Kenapa?
(Kisah Ini Hanya Fiktif belaka, bila ada kesamaan nama, tempat, dan cerita itu karena saya suka. Hahaa
^_^ )
Aku
Adi 19 tahun, baru 2 minggu yang lalu aku bareng teman-teman pergi kamping ke
Banjar Baru. Entah mengapa sejak saat itu hubunganku dengan mereka agak
renggang. Tak ada alasan pasti. Edo, temanku yang begitu akrab pun kini seakan
menjauhiku. Asep,juga seakan tak merespon dengan kata-kataku. Kenapa? aku masih
saja bergulat dengan sejuta kebingunganku. Mengapa kalian berubah begitu
drastis. Kini, aku mulai mencoba mendekati Irwan, dia adalah temanku juga meski
tidak begitu akrab. Aku mencoba menanyakan perihal kelakuan Edo dan Asep
padaku.
“Ir,
kenapa ya aku koq ngerasa Edo dan Asep menjauhiku?” tanyaku langsung pada inti
permasalahan
“Ah,
itu cuman perasaan kamu aja kali” jawabnya dengan wajah setengah meyakinkan
“Ini fakta tahu, buktinya aja tadi saat istirahat
mereka gak ngajak-ngajak aku ke kantin. Kan biasanya kami selalu pergi bareng :
Tree Boy Ganteng” jawabku dengan nada sedikit kunaikkan setengah oktaf.
“Ya, mungkin aja mereka lupa. Namanya juga
manusia. Dan satu lagi ya, sebaiknya kamu itu bergaul gak hanya dengan 2 orang
itu aja. Teman yang lain kan banyak, ada
sekitar 45 orang lagi” jelas Irwan dengan merapikan kerah bajunya yang mulai
tak teratur
“Kenapa?
kenapa bisa lupa. Bukankah kami itu Tree Boy Ganteng seharusnya selalu ber-3. Apa aku sudah tak
dianggap lagi sebagai salah satu anggota Tree Boy Ganteng! Kenapa?” tanyaku
dengan nada sedikit kesal dengan pernyataan Irwan
“Di,
asal kamu tahu ya. Semua orang itu tak selamanya harus seperti yang kamu
harapkan. Baik sikapnya, sifatnya dan apa pun yang terkait dengannya. Mereka
punya pandangan sendiri, kamu gak bisa memaksa mereka mengikuti apa maumu; ya
jadi orang itu mesti legowo laah” Sahut Irwan mencoba memberikan motivasi
padaku
Setelah
perbincangan aku dengan Irwan 2 hari yang lalu. Tak ku lihat ada perubahan pada
Edo dan Asep. Mereka tetap saja cuek padaku. Kenapa? aku masih berkutat dengan
seribu tanda tanaya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini dengan kami;
Tree Boy Ganteng. Aku pun mencoba untuk mendekati mereka ber-2.
“Hey
Sep, apa kabar?”tanyaku sambil menyunggingkan senyuman semanis-manisnya lebih
manis dari madu
“Baik”
jawabnya singkat sekali
“kalau
kabar kamu Do?” tanyaku pada Edo Sudodo
“Baik”
jawabnya sambil mengutak-atik laptop barunya
Kenapa?
jawaban mereka begitu dingin, lebih dingin dari es batu yang ada dilemari es
paman kantin. Aku pun hanya bisa terdiam saat itu, dan yang paling memilukan
adalah mereka seakan tak memperhatikan keadaanku disamping mereka. Kenapa?
Hari-hari
yang ku lewati begitu sepi, dingin dan tak seasyik saat bersama “Tree Boy
Ganteng” aku begitu kesepian disini.
“Hey’
sapa seseorang bersuara lembut lebih lembut dari kain sutera
“Eh,
ada apa di?” sahutku kepada Diana gadis paling ramah dan baik hati di dalam
kelas.
“Kamu
kenapa koq ngelamun?” tanyanya dengan nada prihatin
“Aku
baik-baik saja di” jawabku seadanya
“Yo
wes, jangan melamun aja ya entar kesambet lo” sahutnya sambil tersenyum,
mengingatkanku pada adik kecilku.
“Iya,
aku tidak apa-apa. Terimakasih sudah memperhatikanku” sahutku dengan nada datar
Sekitar
jam 12:00 wita aku menerima sebuah pesan yang lumayan panjang begini isi
pesannya
-kepada
saudara kami, sahabat kami, Adi Tree Boy Ganteng
Sebelumnya
kami : Edo Sudodo dan Asep Surasep meminta maaf
kepadamu atas sikap kami akhir-akhir ini. Mungkin kamu merasa bahwa ada
perubahan yang terjadi kepada kami. Bukannya kami menjauh darimu di, hanya saja
kami berharap kamu bisa intropeksi diri. Sebenarnya kamu lah yang mulai
berubah, entah apa sebabnya kami tidak lebh tahu daripada dirimu sendiri. Sebenarnya
kami senang saja bergaul dengan mu, tapi mungkin ada beberapa hal yang kurang
kami suka yaitu; kamu terkadang suka memaksa kan persepsimu agar sama dengan
persepsi masing-masing dari kami. Padahal kan kita punya pemikiran masing-masing
dan jelas persepsi dan pandangan kita terhadap suatu hal akan berbeda. Jadi,
ini hanya sekedar saran saja sih dari kami buat kamu kalau diterima ya syukur,
kalau tidak ya No Problem. Jika kamu mau “Tree Boy Ganteng” tetap Eksis di
kampus Tersayang kita ini, maka kamu sebaiknya bisa memahami akan kekurangan
dan kelebihan kami. Jangan selalu menuntut agar kami bisa sesempurna impianmu,
kami tak mungkin selalu ada untukmu karena kami punya waktu pribadi. Dan satu
lagi, kalau berteman itu ya musti sabar lah. Terimalah temanmu seadanya, jangan
terlalu berharap banyak. Karena tempat berharap yang paling agung hanyalah
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.
#Salam
Tree Boy Ganteng
Aku
terhenyak dan terpekur setelah membaca pesan tersebut.Ternyata, selama ini aku lah
yang keliru menilai teman-temanku. Dan kini aku mulai mengubah semua
kebiasaanku yang dulunya selalu ingin dituruti, dipahami, dan dimengerti
menjadi belajar menuruti, memahami dan mencoba mengerti.
Tamat