Kamis, 20 November 2014

Cerpen Persahabatan



Kenapa?
(Kisah Ini Hanya Fiktif  belaka, bila ada kesamaan nama,  tempat, dan cerita itu karena saya suka. Hahaa ^_^ )


Aku Adi 19 tahun, baru 2 minggu yang lalu aku bareng teman-teman pergi kamping ke Banjar Baru. Entah mengapa sejak saat itu hubunganku dengan mereka agak renggang. Tak ada alasan pasti. Edo, temanku yang begitu akrab pun kini seakan menjauhiku. Asep,juga seakan tak merespon dengan kata-kataku. Kenapa? aku masih saja bergulat dengan sejuta kebingunganku. Mengapa kalian berubah begitu drastis. Kini, aku mulai mencoba mendekati Irwan, dia adalah temanku juga meski tidak begitu akrab. Aku mencoba menanyakan perihal kelakuan Edo dan Asep padaku.
“Ir, kenapa ya aku koq ngerasa Edo dan Asep menjauhiku?” tanyaku langsung pada inti permasalahan
“Ah, itu cuman perasaan kamu aja kali” jawabnya dengan wajah setengah meyakinkan
“Ini  fakta tahu, buktinya aja tadi saat istirahat mereka gak ngajak-ngajak aku ke kantin. Kan biasanya kami selalu pergi bareng : Tree Boy Ganteng” jawabku dengan nada sedikit kunaikkan setengah oktaf.
“Ya,  mungkin aja mereka lupa. Namanya juga manusia. Dan satu lagi ya, sebaiknya kamu itu bergaul gak hanya dengan 2 orang itu aja. Teman yang lain kan banyak,  ada sekitar 45 orang lagi” jelas Irwan dengan merapikan kerah bajunya yang mulai tak teratur
“Kenapa? kenapa bisa lupa. Bukankah kami itu Tree Boy Ganteng  seharusnya selalu ber-3. Apa aku sudah tak dianggap lagi sebagai salah satu anggota Tree Boy Ganteng! Kenapa?” tanyaku dengan nada sedikit kesal dengan pernyataan Irwan
“Di, asal kamu tahu ya. Semua orang itu tak selamanya harus seperti yang kamu harapkan. Baik sikapnya, sifatnya dan apa pun yang terkait dengannya. Mereka punya pandangan sendiri, kamu gak bisa memaksa mereka mengikuti apa maumu; ya jadi orang itu mesti legowo laah” Sahut Irwan mencoba memberikan motivasi padaku
Setelah perbincangan aku dengan Irwan 2 hari yang lalu. Tak ku lihat ada perubahan pada Edo dan Asep. Mereka tetap saja cuek padaku. Kenapa? aku masih berkutat dengan seribu tanda tanaya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini dengan kami; Tree Boy Ganteng. Aku pun mencoba untuk mendekati mereka ber-2.
“Hey Sep, apa kabar?”tanyaku sambil menyunggingkan senyuman semanis-manisnya lebih manis dari madu
“Baik” jawabnya singkat sekali
“kalau kabar kamu Do?” tanyaku pada Edo Sudodo
“Baik” jawabnya sambil mengutak-atik laptop barunya
Kenapa? jawaban mereka begitu dingin, lebih dingin dari es batu yang ada dilemari es paman kantin. Aku pun hanya bisa terdiam saat itu, dan yang paling memilukan adalah mereka seakan tak memperhatikan keadaanku disamping mereka. Kenapa?
Hari-hari yang ku lewati begitu sepi, dingin dan tak seasyik saat bersama “Tree Boy Ganteng” aku begitu kesepian disini.
“Hey’ sapa seseorang bersuara lembut lebih lembut dari kain sutera
“Eh, ada apa di?” sahutku kepada Diana gadis paling ramah dan baik hati di dalam kelas.
“Kamu kenapa koq ngelamun?” tanyanya dengan nada prihatin
“Aku baik-baik saja di” jawabku seadanya
“Yo wes, jangan melamun aja ya entar kesambet lo” sahutnya sambil tersenyum, mengingatkanku pada adik kecilku.
“Iya, aku tidak apa-apa. Terimakasih sudah memperhatikanku” sahutku dengan nada datar
Sekitar jam 12:00 wita aku menerima sebuah pesan yang lumayan panjang begini isi pesannya
-kepada saudara kami, sahabat kami, Adi Tree Boy Ganteng
Sebelumnya kami : Edo Sudodo dan Asep Surasep meminta maaf  kepadamu atas sikap kami akhir-akhir ini. Mungkin kamu merasa bahwa ada perubahan yang terjadi kepada kami. Bukannya kami menjauh darimu di, hanya saja kami berharap kamu bisa intropeksi diri. Sebenarnya kamu lah yang mulai berubah, entah apa sebabnya kami tidak lebh tahu daripada dirimu sendiri. Sebenarnya kami senang saja bergaul dengan mu, tapi mungkin ada beberapa hal yang kurang kami suka yaitu; kamu terkadang suka memaksa kan persepsimu agar sama dengan persepsi masing-masing dari kami. Padahal kan kita punya pemikiran masing-masing dan jelas persepsi dan pandangan kita terhadap suatu hal akan berbeda. Jadi, ini hanya sekedar saran saja sih dari kami buat kamu kalau diterima ya syukur, kalau tidak ya No Problem. Jika kamu mau “Tree Boy Ganteng” tetap Eksis di kampus Tersayang kita ini, maka kamu sebaiknya bisa memahami akan kekurangan dan kelebihan kami. Jangan selalu menuntut agar kami bisa sesempurna impianmu, kami tak mungkin selalu ada untukmu karena kami punya waktu pribadi. Dan satu lagi, kalau berteman itu ya musti sabar lah. Terimalah temanmu seadanya, jangan terlalu berharap banyak. Karena tempat berharap yang paling agung hanyalah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.
#Salam Tree Boy Ganteng
Aku terhenyak dan terpekur setelah membaca pesan tersebut.Ternyata, selama ini aku lah yang keliru menilai teman-temanku. Dan kini aku mulai mengubah semua kebiasaanku yang dulunya selalu ingin dituruti, dipahami, dan dimengerti menjadi belajar menuruti, memahami dan mencoba mengerti.
Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar